Apakah Ini Semua Teori Dasar dari Pembentukan Bumi ?

Bumi sudah menjadi dasar dari tempat tinggal bagi manusia dan makhluk hidup lainnya ( bisa berbentuk tumbuhan, hewan dan benda mati juga ada ). Dalam Tata Surya bahwa dijelaskan juga jika Bumi masuk sebagai planet ketiga dari Matahari setelah Merkurius dan juga Venus. Sampai dengan saat ini, bahkan belum sama sekali ditemukan pada planet lain yang memiliki tanda-tanda dari makhluk hidup yang ada di dalamnya selain Bumi. Namun apakah kalian pernah memiliki pikiran tentang teori dasar dari pembentukan Bumi itu seperti apa ? …

Seperti halnya alam semesta yang kalian pijak ini, tentu saja Tata Surya dan juga Bumi sudah memiliki awal mula dari pembentukannya. Karena memang hal ini tidak bisa diamati maupun diuji melalui eksperimen. Disini para Ilmuwan sudah mengemukakan teori dasar mengenai adanya pembentukan dari bumi. Dimana untuk saat ini, sudah banyak sekali teori pembentukan bumi yang umum didengar. Sekiranya 5 Teori ini akan kami bahas dan sudah menjadi hal umum dipelajari. Teori apa saja yang sebenarnya kami maksudkan ? … langsung saja kalian cek sekarang juga pada bacaan yang ada di bawah ini.

Pembentukan Bumi dari Teori Nebula { Kabut } 

Teori pertama yang bisa kalian pelajari adalah Teori Nebula atau Kabut. Dimana teori ini sudah dikemukakan oleh 2 Ilmuwan yang bernama : Immanuel Kant pada tahun 1753 silam dan juga Piere de laplace pada tahun 1796 silam. Teori Nebula juga lebih dikenal sebagai teori Kant-Laplace. Teorinya sendiri mampu memaparkan bahwa langit dan juga Tata Surya ini berawal dari kabut lebih dahulu. Kabut tersebut sudah terisi oleh mpo slot gas Hidrogen dengan sendirinya. 

Suatu waktu, kabur ini sudah berproses dan berputar dengan sangat amat kencang. Jika bisa digambarkan, mungkin saja seperti sebuah pusaran angin. Nah dari sanalah, sudah mulai terbentuklah bulatan yang besar, dengan memiliki gaya dari Gravitasi yakni : Matahari. Kabut lainnya sudah berproses juga dengan cara yang sama. Maka jadilah planet-planet dan salah satunya adalah Bumi yang sampai detik ini menjadi tempat tinggal kita semua ini. Nah untuk teori ini, apakah kalian cukup percaya ? … 

Pembentukan Bumi dari Teori Pasang Surut Gas atau Tidal 

Selanjutnya ada teori pasang surut gas. Dimana teori yang satu ini sudah dikemukakan oleh James Jeans dan juga harold Jeffrey sejak tahun 1918. Nah pada teorinya sendiri, mereka mampu mengatakan bahwa ratusan juta tahun yang lalu sudah ada sebuah bintang yang mana mendekati posisi dari Matahari. Akibatnya, telah terjadi pasang surut pada tubuh Matahari yang menyebabkan terbentuknya gunung-gunung super raksasa pada tubuh matahari itu. 

Gunung-gunung ini bisa membuat sebuah lidah pijar dengan merentang panjang. Lalu lidah pijar ini juga membentuk prapatan dari gas-gas yang kemudian bisa terpecah belah. Akhirnya disini terbentuklah benda-benda yang kita kenal sampai detik ini sebagai planet yang bernama BUMI salah satunya ! 

Pembentukan Bumi dari Teori Big Bang 

Bukan boyband Korea ya guys, tapi Big Bang ini menjadi teori yang paling populer dan sudah ditemukan paling akhir oleh para ilmuwan. Nah dalam teori ini sendiri telah dikemukakannya bahwa Tata Surya tidak benar-benar terjadi dengan sendirinya, namun masih melalui sebuah proses selama miliaran tahun lamanya. 

Teori ini juga sudah menyebutkan bahwa masih ada sebagian besar yang membentuk cakram raksasa. Dimana cakram raksasa ini meledak dan membentuk lah Nebula atau Asap. Nah Asap ini kemudian sudah mendingin kurang lebihnya selama 4.6 Miliar Tahun. Dari adanya proses ini, akhirnya terbentuk juga Bima Sakti. Namun dari bagian-bagian kecil atas kabut  raksasa yang mendingin dan memadat sampai akhirnya menjadi planet-planet, dan salah satunya bumi yang sampai detik ini bisa kita semua tempati. 

Pembentukan Bumi dari Teori Bintang Kembar 

Selanjutnya, pembentukan dari bumi juga sudah didasari langsung oleh Teori Bintang Kembar. Dimana untuk Teori inu sendiri pertama kali sudah dicetuskan langsung oleh seorang ahli astronomi yang bernama Raymond Arthur Littleton. Dimana menurut dirinya ini, Galaksi masuk sebagai kombinasi dari Bintang Kembar. 

Nah salah satu bintang tersebut diketahui meledak dan pada akhirnya bisa menyebabkan banyak sekali material yang terlempar kemana-mana. Karena memang bintang yang tidak meledak sudah memiliki gaya gravitasi sangat kuat, mengakibatkan sebaran dari ledakan bintang lainnya mampu mengelilingi bintang tersebut. Nah bintang yang tidak meledak ini kemudian bisa dikenal dengan Matahari, sementara itu pecahan-pecahannya sendiri adalah planet yang telah mengelilinginya. 

Pembentukan Bumi dari Teori Planetesimal 

Ini menjadi teori terakhir yang mana masuk sebagai pembentukan dari planet Bumi. Teorinya sendiri sudah dikemukakan langsung oleh Forest Ray Moulton, dimana itu adalah seorang Astronom Amerika dan juga Thomas C Chamberlin sang ahli Geologi pada tahun 1916 silam. Di dalam teorinya ini, mereka berdua sudah mengemukakan jika matahari memang sudah ada lebih dahulu sejak awal. 

Suatu ketika, terdapat sebuah bintang yang jauh lebih besar ketimbang ukuran dari sebuah Matahari yang mendekati Matahari tersebut. Hal inilah yang mampu mengakibatkan terjadinya sebuah daya tarik pada pasang Matahari. Sehingga sudah ada sebagian materi matahari yang terlepas begitu saja dan bertebaran pada orbitnya. 

Dari sini lama kelamaan, material tersebut sudah menyerupai lidah api raksasa dan bisa menjauh dari matahari. Namun material-material yang kecil ini, sudah tersapu langsung oleh material yang lebih besar kemudian bisa bersatu dan berputar-putar pada orbitnya. Pada akhirnya, mulai terciptalah planet-planet dari material tersebut, salah satunya bumi yang sampai detik ini kita tempati. 

Itu dia 5 teori populer yang mendukung adanya pembentukan dari planet Bumi ini. Jauh lebih besar dari ini, teorinya juga memang sudah menjelaskan bagaimana proses dari terjadinya alam semesta dengan tata surya. Setelah membacanya, apakah kalian ini golongan yang meaning yakin tentang teori ini ? atau justru kami memiliki pikiran logis lainnya, ketika ada suatu saat nanti seorang ilmuwan baru yang akan mampu memberikan teori berbeda lainnya ? …. 

Namun dari sumber berbeda kami juga sudah menemukan adanya Teori tambahan yakni Teori Keadaan Tetap. Dimana teori ini dikemukakan langsung oleh  Sir Fred Hoyle, Thomas Gold dan juga Sir Hermann Bondi yang mana sangat bertolak belakang sekali dengan lahirnya teori Big Bang. dalam teori keadaan tetap ini, “ alam semesta selalu saja tampak sama dari awal dan tiak akan pernah berakhir “ .. memang semua materi yang ada di alam semesta ini terus saja mengembang dan bergerak menjauh dengan menciptakan ruang kosong di dalamnya. Namun ada juga ruang kosong ini diisi oleh materi baru sehingga, materi-materi tersebut akan membentuk galaksi yang baru. 

Dasar dari munculnya teori keadaan tetap ini adalah adanya prinsip dari Kosmologi sempurna yang menyatakan jika alam semesta di manapun dan juga kapan pun akan tetap saja sama. Hal ini sudah didukung oleh hasil dari penemuan galaksi yang baru dengan massa yang sama juga dengan galaksi yang bergerak menjauh.