Siklus Perkenalan Diri dengan Munculnya Bumi

Mengenal bumi yakni tempat kita berdiri akan terdiri langsung dari beberapa sistem bintang yang akan langsung disebut sebagai galaksi. Jadi setiap galaksi terdiri dari bermiliar-miliar bintang dan juga benda langit lainnya seperti planet. Dan salah satu galaksi yang kita tempati ini adalah Galaksi Bima Sakti atau disebutnya dengan Milky Way. 

Sebagai pengenalan saja, Bumi ini menjadi satu-satunya planet yang memang berbeda dengan planet lainnya di dalam ruang lingkup tata surya. Di Planet bumi sendiri terdapat kehidupan, dikarenakan bumi ini memiliki air serta atmosfer yang mengandung oksigen. Dan dari sinilah kondisi tersebut dapat memungkinkan sekali kehidupan bisa bertahan langsung di bumi ini. 

Planet Bumi yang saat ini kita tempati jika berada di luar angkasa, maka yang terlihat bentuknya seperti bola saja yang berwarna Biru. dan hal ini lantaran disebabkan langsung oleh sebagian besar permukaan bumi terdiri atas air. Lalu untuk sebarannya sendiri 70% yang meliputi air dengan hanya 30% daratan saja. Kebanyakan air ini sudah terdapat langsung dilaut dan sebagian lagi di sungai serta danau. Untuk dapat mengetahui lebih lanjut seputar bumi, maka langsung saja kalian simak baik-baik semuanya pada artikel yang satu ini. 

Melihat Asal Usul Pembentukan Bumi

Menurut para ahli, nyatanya Bumi ini sudah terbentuk langsung sekitar 4500 juta tahun yang lalu. Dimana terbentuknya bumi bersamaan dengan planet-planet lainnya di dalam tata surya. Untuk Matahari serta Planet yakni bumi pun berasal dari awan gas dan juga debu raksasa yang berputar-putar terdapat langsung di angkasa. Gumpalan dari awan gas dan juga Debu ini kemudian bisa meledak begitu saja. 

Pada akhirnya, ledakan ini menghasilkan adanya debu dan juga gas yang berputar-putar serta menggumpal. Dan Gumpalan awan gas dan juga debu yang berada di tengah menyusut karena memang tarikan dari gravitasi serta dapat membentuk matahari. Sebagian awan gas dan juga debu lainnya berputar langsung dalam mengelilingi matahari yang baru saja terbentuk dengan begitu bebas. 

Ketika adanya partikel debu saling bertumbukan, maka mulai muncul bentuk gumpalannya. Gravitasi menarik langsung gumpalan tersebut sampai benar-benar menciptakan bola api besar yang berputar. Setelah itu, elemen-elemen pada seperti halnya besi masuk ke bagian tengah bola apinya tersebut. Logam dengan bebatuan yang jauh lebih ringan naik ke permukaan bola dan mendingin membentuk kerak yang sangat padat serta keras. Lalu, gas-gas itu akan keluar dari Bola tersebut dengan membentuk atmosfer bersama awan. Ketika hujan sudah mulai turun, maka lautan ini akan terbentuk dan semakin lama bola tersebut maka jadilah sebuah planet yang sampai detik ini banyak dihuni oleh Manusia dan berbagai macam Makhluk bumi lainnya lagi. 

Melihat Awal Munculnya Kehidupan di Bumi 

Selama berjuta-juta tahun lamanya setelah terbentuknya bumi, nyatanya tidak ada kehidupan di bumi. Awal kehidupan di bumi bisa kalian ketahui dengan ditemukannya fosil bakteri yang berumur 3.500 juta tahun  lalu. Hal ini berarti makhluk hidup pertama yang mendiami bumi adalah Bakteri. Seperti Alga Hijau yang Kebiruan ini adalah salah satu organism awal dari kehidupan di bumi. Bakteri ini umumnya bisa untuk beradaptasi dalam berbagai kondisi dari air tawar dan juga air laut sampai dengan salju dan gletser di dalamnya. Bakteri akan bertahan dalam suhu yang emmang ternilai ekstrim. 

Beberapa bakteri diantaranya adalah menggunakan adanya energi matahari dalam membuat makanan mereka sendiri. Hal ini dilakukan oleh banyaknya Tanaman dan di dalam proses tersebut mereka semua akan melepaskan gas oksigen. Ketika munculnya bakteri pertama sekitar 350 juta tahun yang lalu, maka bakteri-bakteri ini mulai menghasilkan adanya oksigen yang perlahan-lahan bertambah langsung di udara. 

Oksigen ini sendiri akan langsung dikombinasikan dengan adanya bantuan besi pada batuan dalam menghasilkan satu batu besi. Dengan seiring berjalannya waktu, oksigen yang ada di udara ini bisa membuat munculnya binatang-binatang yang jauh lebih besar dan juga jauh lebih aktif seperti ini yang tidak akan mungkin bisa hidup tanpa adanya oksigen. Ada banyak sekali mitos-mitos tentang bumi ini sebenarnya jauh datar. 

Jika dilihat secara kasat mata, maka kalian akan melihat Bumi ini datar. Namun ada salah satu tokoh yang bisa membuktikan sebenarnya bumi kita ini Bulat. Tokoh tersebut bernama Ferdinand Magellan. Di tahun 1522 dirinya sendiri melakukan perjalanan dengan mengelilingi dunia dari perjalanan yang dirinya lakukan ini sudah terbukti bahwa bumi itu sebenarnya Bulat. Ferdinand Magellan sendiri sudah membuktikan bahwa untuk mencapai dunia Timur ini adalah dengan cara berlayar ke arah barat. Selain kepercayaannya dalam menyatakan Bumi itu beanr Bulat ! ada juga kepercayaan bahwa Bumi menjadi pusat langsung dari sebuah tata surya. Yang berarti, posisi Matahari disini dikatakan mengelilingi bumi itu sendiri. 

Kehidupan Di Bumi Dimulai 270 Juta Tahun Lebih Awal Dari Dugaan Sebelumnya.  - informasi ruang angkasa

Lalu anggapan tersebut juga langsung dibantah oleh Tokoh bernama Nicolaus Copernicus yang menjadi astronomi Modern. Disini para ahli astronomi terdahulu juga beranggapan bahwa matahari berevolusi dengan cara mengelilingi bumi, namun dirinya mengemukakan adanya gagasan teori yang sangat mengejutkan yakni : Bumi bersama dengan planet yang lainnya lah yang mengelilingi matahari itu sendiri. 

Karena hadirnya Teori tersebut, alhasil membuat marah dari para pemuka agama dikala itu. Dan dari hadirnya teori tersebut, benar-benar dilarang keras atau dikecam untuk disebarluaskan. Sehingga tahun 1600 ada seorang artonomi yunani yakni Galileo mendukung teori dari Copernicus dan dukungan terhadap teori tersebut membawa malapetaka dan membuat Galileo dihukum mati. Dan tahun 1830 silam, teori dari Copernicus ini diteliti dan kenyataannya disebutkan benar. Bahwa Revolusi bumi Matahari menjadi pusat dari tata surya dan bumi dengan isinya mengelilingi matahari. Bumi sendiri membutuhkan waktu 365,25 hari dalam mengelilingi Matahari tersebut. 

Bumi sendiri berputar langsung pada porosnya yang dimulai dari Kutub Utara hingga Kutub Selatan yang berarti melakukan rotasi. Bumi sendiri membutuhkan waktu kurang lebih selama 24 jam dalam satu hari dan bisa menyelesaikan putaran ke arah Kanan dari sumbu tersebut. Perputaran bumi yang terjadi pada porosnya ini bisa menyebabkan waktu Siang Berganti Malam dan begitupun sebaliknya. Bagian bumi yang sudah terkena matahari akan langsung mengalami siang, sedangkan untuk bagian bumi yang membelakangi matahari ini akan terjadilah waktu malam hari. 

Inilah lapisan-Lapisan dalam Bumi 

Terlepas dari Teori tersebut, Matahari sendiri memiliki beberapa lapisan yang diantaranya adalah Kerak Bumi, Mantel, Lapisan inti pada bagian tengah. Dan dari tiap lapisan ini akan memiliki unsur pembentuk yang berbeda-beda. Jarak dari antarmuka sampai ke lapisan inti sendiri adalah 6400 km dan lapisan bumi terluar disebutnya dengan Kerak Bumi. 

Untuk Kerak Bumi ini sendiri memiliki kurang lebih ketebalan antara 20 hingga 70 km. dan Kerak Bumi langsung terbagi atas 2 bagian yakni kerak Benua dengan kerak Samudera. Lalu untuk Kerak Bumi ini terdiri atas batu-batuan dan lapisan yang paling bawah sendiri berada di Kerak Bumi seperti Mantel. 

Mantel ini akan langsung saja terdiri dari batuan cair dan memiliki ketebalan hingga 2800 km. dengan Batuan Cair yang panas pada lapisan ini akan jauh meleleh dan nantinya bisa bergerak dengan sangat amat lambat. Lapisannya sendiri terbagi menjadi 2 yakni Inti dalam dan Inti Luar. lapisan inti dalam ini sangat amat panas dengan suhu bisa mencapai 7.000 derajat Celcius. 

Walau emmang panas logam pada lapisan itni ini tetap saja padat dikarenakan adanya tekanan yang kuat. Jadinya, ketebalan dari Inti dalamnya sekitar 1.300 KM. sedangkan untuk lapisan inti luar terdiri atas logam cair dan memiliki ketebalan yakni 2000 km. 

Selain itu terdapat Medan magnet. Dimana, logam besi yang ada di dalam Inti Bumi ini salah satu unsur pembentuk yang mana menciptakan medan magnet serta kutub magnetic tersebut.medan magnet tersebut memiliki fungsi untuk alat navigasi. Selain itu, memiliki fungsi juga sebagai pelindung utama bumi dari sinar kosmis yang sangat amat berbahaya dan berasalnya dari Matahari.