Jaga Bumi dengan Memanfaatkan Penghijauan Lingkungan

Sebagaimana yang kita ketahui dalam kehidupan kita sangat memakai prinsip simbiosis mutualisme, dimana semua makhluk hidup termasuk tumbuhan sangat saling ketergantungan. Semuanya mempunyai peranan masing masing dalam menjaga keseimbangan. Seperti manusia dengan lingkungannya. Sebagaimana kita ketahui semua tanaman melakukan fotosintesis untuk mengubah Co2 menjadi O2 dengan cara menghirup Co2 dan melepaskannya menjadi O2. Hasil fotosintesis tersebutlah yang membuat kita sebagai manusia sangat bergantung kepada tanaman atau lingkungan yang hijau. Semakin banyak tanaman atau semakin banyaknya pepohonan yang tumbuh, itu berarti kita sebagai manusia masih menghirup udara yang bersih dan segar.

Penghijauan lingkungan adalah peran utama manusia dalam menjaga lingkungannya. Penanaman pohon pada lahan lahan tanah kosong adalah salah satu bentuk penghijauan. Selain memberikan kesan yang asri dan indah, penanaman pohon juga memberikan dampak yang sangat baik bagi lingkungan, karena pohon yang kita tanam akan membantu kita dalam mengatasi masalah polusi dan memberikan oksigen bagi manusia. Selanjutnya kita akan membahas tentang apa saja manfaat dari penghijauan.

Pencegahan Erosi

Erosi tanah adalah peristiwa peristiwa pengikisan padatan akibat transportasi angina, air atau es. Erosi tidak sama dengan pelapukan akibat cuaca, yang mana merupakan proses penghancuran mineral batuan dengan proses kimiawi maupun fisik. Oleh karena itu salah satu manfaat penghijauan adalah mencegah terjadinya erosi tanah. Sebagaimana yang kita ketahui Indonesia adalah negara yang beriklim tropis yang artinya cuaca di negara ini termasuk panas. Yang mana bisa mengakibatkan tanah tandus, kekeringan , kebakaran hutan dan lain sebagainya. Oleh karena itu dengan penghijauan, pepohonan yang kita tanam akan membantu kita dalam menghalang angin dan melemahkan kecepatan angin dalam kemampuan membawa partikel yang besar dari tanah. Akar pada pohon berfungsi agar tanah tidak terbawa air jikalau terjadi banjir.

Udara Yang Segar

Salah satu manfaat penghijauan lainnya adalah udara yang segar. Dengan banyaknya pohon yang kita tanam semakin baik kualitas udara yang kita hirup, oksigen yang diproduksi oleh pohon akan semakin baik. Pohon memiliki peranan penting dalam pemurnian udara, bagi kalian yang tinggal di lingkungan yang banyak ditumbuhi pepohonan memiliki resiko lebih kecil memiliki penyakit yang berhubungan dengan udara. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa aktivitas yang kita lakukan juga menghasilkan karbon dioksida seperti, mengendarai motor, membakar fosil dan kegiatan industry.

Selain itu aktivitas manusia juga berdampak pada berkurangnya jumlah pohon dan hutan. Dengan kebutuhan produksi pada suatu industri mengharuskan menebang pohon bahkan mengakibatkan kegundulan pada hutan. Banyak juga aktivitas manusia yang menyebabkan polusi pada udara salah satunya adalah pelebaran lahan dengan cara membakar hutan dan segala macam.

Melindungi Daerah Aliran Sungai

Manfaat selanjutnya adalah memperbaiki kualitas air. Sebagaimana kita ketahui bahwa manusia takkan bisa hidup tanpa air, dan untuk sekarang ini banyak daerah yang mengalami pencemaran dalam perairan lingkungannya. Di kota kota besar masalah kualitas air sangatlah menjadi masalah utama, bahkan untuk mendapatkan air yang jernih dan bersih mereka harus mengeluarkan dana yang bisa terbilang tidak murah. Oleh karena itulah kita sebagai manusia mempunyai peran penting dalam menjaga lingkungan agar kita bisa menghirup udara yang segar dan mengkonsumsi air yang bersih.

3 Manfaat Hutan Sebagai Solusi Bagi Krisis Air Dunia | WRI Indonesia
Aliran Sungai di Hutan dengan Air yang Jernih

Bagi kita yang masih tinggal di pedesaan mungkin hal ini tidak terlalu berdampak dengan kita, tapi bagi mereka yang tinggal di kota kota besar ataupun mereka yang tinggal di bagian daerah yang bisa dibilang memiliki sedikit pepohonan ini akan sangat berdampak bagi kehidupan mereka. Penghijauan adalah kunci dari semua yang kita butuhkan dalam kehidupan sesama makhluk hidup. Oleh karena itu pemerintah pun sudah melakukan berbagai upaya dalam mencegah dan mengurangi kekeringan. Perlu kesadaran bagi setiap manusia bahwa penghijauan itu sangatlah penting .

Lestarikan Satwa Liar

Pernahkah kalian melihat satwa liar saat bepergian keluar kota ? nah itu adalah salah satu dampak dari berkurangnya hutan pada daerah tersebut. Karena pembangunan kota dan perkebunan yang dulunya adalah rumah bagi para satwa liar tersebut. Kota tersebut berkembang tapi tidak memikirkan dampak dari hal tersebut. Untuk kondisi yang lebih ekstrim adalah kepunahan. Dengan penghijauan ini kita bisa membantu pelestarian satwa liar, dengan menanam pohon yang nantinya akan berguna bagi satwa liar. Dengan banyaknya pohon maka ketersediaan tempat tinggal dan makanan akan lebih terjamin untuk satwa liar.

Iklim Terkontrol

Manfaat selanjutnya adalah pengontrol iklim. Indonesia adalah negara tropis yang artinya Indonesia memiliki iklim yang panas. Dengan kondisi bumi yang semakin tua dan ditambah dengan polusi yang disebabkan oleh manusia itu sendiri. Kita pasti pernah terheran dengan cuaca yang ekstrim, perubahan yang sangat signifikan yang terjadi secara tidak teratur, tiba tiba panas dan tiba tiba hujan. Dengan penghijauan kita bisa membantu alam. Banyaknya pohon udara yang tercemar bisa dinetralisir sehingga iklim yang terjadi tidak terlalu ekstrim.

Ekosistem Baru

Lembaga yang bergerak dalam bidang lingkungan dan sumber daya pasti mengupayakan penghijauan. Karena setiap orang yang menanam pada hutan yang menipis maka mereka membantu memperbaiki ekosistem pada hutan tersebut, sedangkan kalau kalian menanam pada hutan yang tandus maka kalian membantu menciptakan ekosistem yang baru pada hutan tersebut. Dengan penghijauan inilah kita membantu satwa liar mendapatkan ekosistem yang baru atau rumah yang baru.

Mengurangi Resiko Banjir dan Pupuk Alami

Masalah yang satu ini sepertinya tidak asing lagi bagi kita. Di Indonesia ini menjadi salah satu PR bagi pemerintah di kota kota besar, terdapat banyak bendungan tapi tetap terjadi banjir. Terjadinya banjir tidak luput dari kesalahan manusia itu sendiri, kelalaian terhadap lingkungan buang sampah sembarangan, terlalu banyak pembangunan dalam kota dan sedikitnya pohon yang ada dalam lingkungan tersebut. Manfaat penghijauan juga bisa mengurangi resiko terjadinya banjir, karena semakin banyak pohon itu berarti semakin banyak alat penyerap air, karena itulah fungsinya akar dari pepohonan.

Dengan banyaknya pohon itu berarti banyak juga volume daun yang berguguran. Jangan salah persepsi dulu, daun yang berguguran bukan berarti itu hanyalah sampah, daun yang berguguran bisa kita olah kembali menjadi pupuk yang alami untuk tanaman lainnya. Jadi apapun yang berasal dari pohon bisa kita olah menjadi hal yang lebih berguna.

Pemandangan yang Indah

Apakah kalian pernah merasa lelah dengan hiruk pikuknya kota ? lelah dengan pemandangan bangunan tinggi setiap harinya, bisa dibilang sangat jarang melihat pemandangan hijau yang asri. Nah, salah satu manfaat dari penghijauan lainnya adalah pemandangan yang indah. Pemandangan yang indah dan segar dengan adanya pepohonan , sawah dan sungai. Pemandangan tersebut juga membantu kita dalam merelaksasikan pikiran yang ada.

Siklus Perkenalan Diri dengan Munculnya Bumi

Mengenal bumi yakni tempat kita berdiri akan terdiri langsung dari beberapa sistem bintang yang akan langsung disebut sebagai galaksi. Jadi setiap galaksi terdiri dari bermiliar-miliar bintang dan juga benda langit lainnya seperti planet. Dan salah satu galaksi yang kita tempati ini adalah Galaksi Bima Sakti atau disebutnya dengan Milky Way. 

Sebagai pengenalan saja, Bumi ini menjadi satu-satunya planet yang memang berbeda dengan planet lainnya di dalam ruang lingkup tata surya. Di Planet bumi sendiri terdapat kehidupan, dikarenakan bumi ini memiliki air serta atmosfer yang mengandung oksigen. Dan dari sinilah kondisi tersebut dapat memungkinkan sekali kehidupan bisa bertahan langsung di bumi ini. 

Planet Bumi yang saat ini kita tempati jika berada di luar angkasa, maka yang terlihat bentuknya seperti bola saja yang berwarna Biru. dan hal ini lantaran disebabkan langsung oleh sebagian besar permukaan bumi terdiri atas air. Lalu untuk sebarannya sendiri 70% yang meliputi air dengan hanya 30% daratan saja. Kebanyakan air ini sudah terdapat langsung dilaut dan sebagian lagi di sungai serta danau. Untuk dapat mengetahui lebih lanjut seputar bumi, maka langsung saja kalian simak baik-baik semuanya pada artikel yang satu ini. 

Melihat Asal Usul Pembentukan Bumi

Menurut para ahli, nyatanya Bumi ini sudah terbentuk langsung sekitar 4500 juta tahun yang lalu. Dimana terbentuknya bumi bersamaan dengan planet-planet lainnya di dalam tata surya. Untuk Matahari serta Planet yakni bumi pun berasal dari awan gas dan juga debu raksasa yang berputar-putar terdapat langsung di angkasa. Gumpalan dari awan gas dan juga Debu ini kemudian bisa meledak begitu saja. 

Pada akhirnya, ledakan ini menghasilkan adanya debu dan juga gas yang berputar-putar serta menggumpal. Dan Gumpalan awan gas dan juga debu yang berada di tengah menyusut karena memang tarikan dari gravitasi serta dapat membentuk matahari. Sebagian awan gas dan juga debu lainnya berputar langsung dalam mengelilingi matahari yang baru saja terbentuk dengan begitu bebas. 

Ketika adanya partikel debu saling bertumbukan, maka mulai muncul bentuk gumpalannya. Gravitasi menarik langsung gumpalan tersebut sampai benar-benar menciptakan bola api besar yang berputar. Setelah itu, elemen-elemen pada seperti halnya besi masuk ke bagian tengah bola apinya tersebut. Logam dengan bebatuan yang jauh lebih ringan naik ke permukaan bola dan mendingin membentuk kerak yang sangat padat serta keras. Lalu, gas-gas itu akan keluar dari Bola tersebut dengan membentuk atmosfer bersama awan. Ketika hujan sudah mulai turun, maka lautan ini akan terbentuk dan semakin lama bola tersebut maka jadilah sebuah planet yang sampai detik ini banyak dihuni oleh Manusia dan berbagai macam Makhluk bumi lainnya lagi. 

Melihat Awal Munculnya Kehidupan di Bumi 

Selama berjuta-juta tahun lamanya setelah terbentuknya bumi, nyatanya tidak ada kehidupan di bumi. Awal kehidupan di bumi bisa kalian ketahui dengan ditemukannya fosil bakteri yang berumur 3.500 juta tahun  lalu. Hal ini berarti makhluk hidup pertama yang mendiami bumi adalah Bakteri. Seperti Alga Hijau yang Kebiruan ini adalah salah satu organism awal dari kehidupan di bumi. Bakteri ini umumnya bisa untuk beradaptasi dalam berbagai kondisi dari air tawar dan juga air laut sampai dengan salju dan gletser di dalamnya. Bakteri akan bertahan dalam suhu yang emmang ternilai ekstrim. 

Beberapa bakteri diantaranya adalah menggunakan adanya energi matahari dalam membuat makanan mereka sendiri. Hal ini dilakukan oleh banyaknya Tanaman dan di dalam proses tersebut mereka semua akan melepaskan gas oksigen. Ketika munculnya bakteri pertama sekitar 350 juta tahun yang lalu, maka bakteri-bakteri ini mulai menghasilkan adanya oksigen yang perlahan-lahan bertambah langsung di udara. 

Oksigen ini sendiri akan langsung dikombinasikan dengan adanya bantuan besi pada batuan dalam menghasilkan satu batu besi. Dengan seiring berjalannya waktu, oksigen yang ada di udara ini bisa membuat munculnya binatang-binatang yang jauh lebih besar dan juga jauh lebih aktif seperti ini yang tidak akan mungkin bisa hidup tanpa adanya oksigen. Ada banyak sekali mitos-mitos tentang bumi ini sebenarnya jauh datar. 

Jika dilihat secara kasat mata, maka kalian akan melihat Bumi ini datar. Namun ada salah satu tokoh yang bisa membuktikan sebenarnya bumi kita ini Bulat. Tokoh tersebut bernama Ferdinand Magellan. Di tahun 1522 dirinya sendiri melakukan perjalanan dengan mengelilingi dunia dari perjalanan yang dirinya lakukan ini sudah terbukti bahwa bumi itu sebenarnya Bulat. Ferdinand Magellan sendiri sudah membuktikan bahwa untuk mencapai dunia Timur ini adalah dengan cara berlayar ke arah barat. Selain kepercayaannya dalam menyatakan Bumi itu beanr Bulat ! ada juga kepercayaan bahwa Bumi menjadi pusat langsung dari sebuah tata surya. Yang berarti, posisi Matahari disini dikatakan mengelilingi bumi itu sendiri. 

Kehidupan Di Bumi Dimulai 270 Juta Tahun Lebih Awal Dari Dugaan Sebelumnya.  - informasi ruang angkasa

Lalu anggapan tersebut juga langsung dibantah oleh Tokoh bernama Nicolaus Copernicus yang menjadi astronomi Modern. Disini para ahli astronomi terdahulu juga beranggapan bahwa matahari berevolusi dengan cara mengelilingi bumi, namun dirinya mengemukakan adanya gagasan teori yang sangat mengejutkan yakni : Bumi bersama dengan planet yang lainnya lah yang mengelilingi matahari itu sendiri. 

Karena hadirnya Teori tersebut, alhasil membuat marah dari para pemuka agama dikala itu. Dan dari hadirnya teori tersebut, benar-benar dilarang keras atau dikecam untuk disebarluaskan. Sehingga tahun 1600 ada seorang artonomi yunani yakni Galileo mendukung teori dari Copernicus dan dukungan terhadap teori tersebut membawa malapetaka dan membuat Galileo dihukum mati. Dan tahun 1830 silam, teori dari Copernicus ini diteliti dan kenyataannya disebutkan benar. Bahwa Revolusi bumi Matahari menjadi pusat dari tata surya dan bumi dengan isinya mengelilingi matahari. Bumi sendiri membutuhkan waktu 365,25 hari dalam mengelilingi Matahari tersebut. 

Bumi sendiri berputar langsung pada porosnya yang dimulai dari Kutub Utara hingga Kutub Selatan yang berarti melakukan rotasi. Bumi sendiri membutuhkan waktu kurang lebih selama 24 jam dalam satu hari dan bisa menyelesaikan putaran ke arah Kanan dari sumbu tersebut. Perputaran bumi yang terjadi pada porosnya ini bisa menyebabkan waktu Siang Berganti Malam dan begitupun sebaliknya. Bagian bumi yang sudah terkena matahari akan langsung mengalami siang, sedangkan untuk bagian bumi yang membelakangi matahari ini akan terjadilah waktu malam hari. 

Inilah lapisan-Lapisan dalam Bumi 

Terlepas dari Teori tersebut, Matahari sendiri memiliki beberapa lapisan yang diantaranya adalah Kerak Bumi, Mantel, Lapisan inti pada bagian tengah. Dan dari tiap lapisan ini akan memiliki unsur pembentuk yang berbeda-beda. Jarak dari antarmuka sampai ke lapisan inti sendiri adalah 6400 km dan lapisan bumi terluar disebutnya dengan Kerak Bumi. 

Untuk Kerak Bumi ini sendiri memiliki kurang lebih ketebalan antara 20 hingga 70 km. dan Kerak Bumi langsung terbagi atas 2 bagian yakni kerak Benua dengan kerak Samudera. Lalu untuk Kerak Bumi ini terdiri atas batu-batuan dan lapisan yang paling bawah sendiri berada di Kerak Bumi seperti Mantel. 

Mantel ini akan langsung saja terdiri dari batuan cair dan memiliki ketebalan hingga 2800 km. dengan Batuan Cair yang panas pada lapisan ini akan jauh meleleh dan nantinya bisa bergerak dengan sangat amat lambat. Lapisannya sendiri terbagi menjadi 2 yakni Inti dalam dan Inti Luar. lapisan inti dalam ini sangat amat panas dengan suhu bisa mencapai 7.000 derajat Celcius. 

Walau emmang panas logam pada lapisan itni ini tetap saja padat dikarenakan adanya tekanan yang kuat. Jadinya, ketebalan dari Inti dalamnya sekitar 1.300 KM. sedangkan untuk lapisan inti luar terdiri atas logam cair dan memiliki ketebalan yakni 2000 km. 

Selain itu terdapat Medan magnet. Dimana, logam besi yang ada di dalam Inti Bumi ini salah satu unsur pembentuk yang mana menciptakan medan magnet serta kutub magnetic tersebut.medan magnet tersebut memiliki fungsi untuk alat navigasi. Selain itu, memiliki fungsi juga sebagai pelindung utama bumi dari sinar kosmis yang sangat amat berbahaya dan berasalnya dari Matahari.